Sabtu, 17 November 2012

when he said...

Dear my blog..
may i have permission to tell my feeling now?
ini adalah blog pribadi, apapun bisa saya tulis dsini, right?
actually i need not any permission from anyone else, right?

tanggal 12 november kemarin, hari senin, saya dipanggil salah satu perusahaan konsultan aktuaria di jakarta buat seleksi jadi staff aktuaria disana. well, over all it was smooth and they said my presentasion was good.
(that is not my focus here, i will talk it later)
i went back to bandung on wednesday. and there was long weekend from thursday until monday.
but, do you know what? i didnt go anywhere. i just stayed at home. dvd-ing all the time.
pengen banget rasanya pergi ke suatu tempat jauh disana, suasana baru, dan refresh my mind after hard time lately. tapi apa daya, keuangan pun sekarat. udah mau mati, stadium 4, tunggu hitungan hari pun bakalan mati. imajinasi saya pun mendadak tumpul, kreatifitas g muncul. finally, saya habiskanlah long weekend ini di rumah.

hari ini ada undangan reuni tempat satu genk di TSM (trans studio mall), pengen banget rasanya ikut.
eits, tapi uang gak ada. hiks, sedih lagi. tapi Allah Maha Mendengar, mamah tiba-tiba ngasih uang. hehe.
alhamdulilah. dan saya pun (seharusnya) bisa ikut.
tapi gak jadi juga karena ada kesalahpahaman antara saya dan teman saya, yang akhirnya saya jadi gak ikut.
my boy dateng k rumah saya hari ini, dia ngajak saya ke ciwalk. saya mau, yah saya harap untuk sekedar mengobati rasa kesal saya karena tadi tidak jadi. tapi itu pun gagal.
karena apa?
karena sblm pergi saya makan sore bareng keluarga dia di restoran, dan ketika kita pamit untuk pergi ayahnya tidak memberikan izin pada kita untuk pergi. ditambah dengan ada perkataan yang membuat saya tersinggung.
so fvck damn dissapointed!!

ngliat orang-orang update status tentang liburan mereka, masuk ke alam bawah sadar saya membuat saya jadi panas, bosen memuncak, dan sensitif. selama perjalanan pulang lagi ke rumah hari ini, saya nangis. nyampe rumah, nangis lagi. langit pun turut bersedih malam ini, sejak sore hujan tak kunjung usai,
cewek emang jauh lebih sensitif dari cowok. dan saya yakin, suatu hari nanti ketika saya baca lagi tulisan saya ini, saya pasti akan tertawa geli melihat saya begitu cengengnya.
sebelum saya menyadari itu, saya nikmatin saja dulu ya, right?

suasana kaya gini membuat saya jadi flashback ke beberapa bulan terakhir. waktu itu juga saya nangis, knp?
karena ada pernyataan dari my boy yg secara tidak langsung menyindir saya dan keluarga.
sekarang pun saya menangis karena keluarganya.
sebelum saya menjalin hubungan pun, dy pernah buat saya menangis.
akhir-akhir ini saya merasakan hambar menjalin hubungan dengan dia. apa yang dia lakukan tidak membuat saya terkesan dan ada getaran-getaran lagi seperti sebelumnya, tapi bahkan cenderung membuat saya malas.
apa itu wajar dalam suatu hubungan? apa saya layak mempertahankan ini?

apa keluarga saya pernah buat salah? saya atas nama milofan's crew memohon maaf sebesar-besarnya jika kami banyak salah selama ini.
saya mungkin sering dihina, dianggap remeh, disudutkan, diacuhkan. tapi tidak di kemudian hari.
semua penghinaan itu hanya ada di masa lalu dan sekarang. tidak dengan masa depan.
masa depan itu milik saya.
saya harus sukses, dan akan saya beli mulut-mulut mereka yang menghinaku dan keluargaku.
akan saya jaga keluarga saya, mamah, bapak, lia, aa, ibu, aki. akan saya jaga mereka.
hidupku untuk mereka, kebahagiaan mereka adalah syarat perlu kesuksesanku.
ini adalah janji saya.

 

Kamis, 15 November 2012

hello world.
hey everybody!, ups! I mean hi everybody! :D
had  long time since my last post. well, i am a bad damn witer.
but, i will try to memorize everything in short write.
there are many thing happened in few months lately. all i wrote in my script those i wrote in my post before, i assumed that was success. alohaaaaa!!!
setelah apa yang menjadi script saya sebelumnya, kalau saya ingin mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar k korea selatan, itu berhasil! I got it.
do you ever feel like everything that you imagine will come true someday?
in your deepest heart, you truly deeply honestly believe you can achieve your dream?
and the time is coming....semua yg saya cita-citakan beberapa bulan sebelum keberangkatan saya ke korea selatan ini menjadi kenyataan. semuanya ini dengan proses. dari sekitar 80 orang peserta yang mengikuti seleksi ini, universitas saya memilih 5 orang terbaik sebagai delegasinya (i am one of them) :D

korea selatan bukan sekedar tentang K-pop, since i dont like them. i am one who is not affected with korean wave. i am still keep wondering, why do they adore them like crazy people? lol sampai sampai mereka tahu ukuran sepatunya berapa, makanan kesukaan, dan sebagainya.
i am not a fan girl, so i never feel that, sorry. :)
ini lebih tentang imajinasi.
tahun lalu ketika saya merasa sangat yakin saya bisa pergi ke bali dalam 2 bulan ke depan, yg terjadi memang benar, saya ke bali dengan cara yang tak terduga. bersama 5 orang teman saya, menjadi traveller. bagi sebagian orang, pergi ke bali merupakan perkara gampang, tapi tidak untuk saya.
saya bukan anak yg bisa seenaknya meminta ini itu ke orang tua seperti kebanyakan orang. semua saya lakukan sendiri, atas usaha saya.
begitupun ketika saya merasa saya layak dan saya bisa mendapatkan sesuatu, saya pasti mendapatkannya.
berlaku sama dengan pergi k korea, ini adalah imajinasi saya. dengan cara saya, saya mengusahakan ini menjadi nyata.

di korea ini, saya tinggal di hwahong dormitory, ajou university, kota suwon, sister citynya bandung.
sekitar satu jam dari seoul. pengalaman pertama ke luar negri ya ke korea. dan amazing! ini kota canggih ya.
hahaha, cupu yaa. keteraturan, kedisiplinan, kebersihan, kegantengan, kecantikan, dan kemahalan. hahaha.
dan gak abis pikir ko Indonesia bisa murah bgt yaa.
10rb di Indonesia udh bisa makan enak, nasi padang pake ayam plus minum jg bisa. kenyang pula.
di korea cuma bisa beli roti yang paling murah, akua, atau es krim yg paling murah.
apa kabar di inggris, amerika, prancis ya?
ini Indonesia sungguh sangat keterlaluan murahnya. keterlaluan juga kotornya tapi. haha. (in some case)

banyak hal yang terjadi selama di korea (pastinya), pengalaman baru. pengalaman berada di kelas internasional yang orang-orangnya berasal dari negara-negara dari banyak negara, such as germany, france, america, canada, taiwan, china, vietnam, estonia, rusia, uzbekistan, turkey, spain, sweden.
saya ikut kelas managing people and organization class, profesornya dari canada. tempo bicaranya cepat, kadang bisa ngikutin, banyaknya gak. haha. but i got the mean point :D
 Prof. Craig Milner and I in jeju island (kaya Balinya orang korea, tp jauuuuuh lebih bagus Bali lol)

pengalaman pertama puasa di negeri orang, dengan cuaca pada saat itu bisa sampai mencapai 38-40 derajat celcius dan dengan tingkat kelembapan yang tinggi. huft, kaya di sauna dtambah terik matahari, iyuuuwwhh lengketnya. orang islam yang mengikuti summer school ada 5 orang dari indonesia, 2 orang dari uzbekistan, dan 2 orang dari turkey, tapi yang puasa rutin hanya 2 orang dari indonesia. saya dan teman saya. orang indonesia yang lain sisanya paling banyak puasanya hanya 5 hari. dan saya sangat bangga bisa menyelesaikan puasa saya disana (hampir) full. 2 hari saya batal karena panasnya cuasa membuat saya pusing.

hari pertama saya puasa bertepatan dengan acara kampus ke everland (sejenis dufan di Indonesia), dan itu sangat wow sekali. supeeeerr lemeeeeeess banget, karena saya g mau ngbuang kesempatan nikmatin everland disana. tapi anehnya, saya malah makin seger setelah naik T-express. itu adalah roller coaster yang super dahsyat. 5 menit lebih! lintasannya panjang, dan sangat tinggi. ketika di ketinggian klimaks, dan turun secara klimaks, lintasannya sampai tidak terlihat.

Lintasan T-Xpress yang jadi background
tapi semua rasa cape itu kebayar sampe akhirnya sampai lagi di dormitory, dan langsung capcus k kbri. i am the only one of 5 indonesian yang buka puasa di kbri. di kbri buka puasa bareng tiap hari sabtu, saya dua kali kesana. dan keempat teman saya tidak pernah ikut. seru. berasa di negeri sendiri. ketika kita berada di negeri orang, ketemu sama temen-temen sebangsa memang langsung ngerasa jadi keluarga.

sebenernya banyak banget foto-foto menarik lain yg jauh lebih menarik dari yang di atas. tapi gak mungkin kan saya upload semua foto-fotonya disini. biar lah itu menjadi dokumentasi pribadi aja.
generally, saya senang disana. karena memang ini yang saya inginkan. terlepas dari ada sedikit ketidaknyamanan selama disana, rasisme, atau pun sebagainya itu adalah hal yang wajar. banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan disini. yang utama adalah komunikasi. bagaimana untuk menjadi pribadi yang menyenangkan dan diterima semua kalangan memang tidak mudah, tapi yang pasti selama kita baik akan selalu ada orang-orang baik yang membalas kebaikan kita. itu hukum alam.

selanjutnya, menurut script saya harus lulus tahun ini, dan itu terjadi. lulus tanggal 17 oktober dan wisuda tanggal 7 november. sayang sekali, tapi saya sangat tidak ingin mempublish foto wisuda saya sejak saya sadar foto-foto saya sangat mengganggu penglihatan saya sendiri lol. make-up gagal, hijab gagal
(menurut saya) walaupun kata orang, it's ok, it's normal, but i didnt know. it's the real or just to make me confidence. whatever, yang penting saya udah lulus :D

dan selanjutnya, berdasarkan flowchart kehidupan yang saya buat sendiri, saya akan bekerja.
you should to read it, here i go! :p
i keep on my track :D





Jumat, 23 Maret 2012

Untitled #random

Disini tak seperti kemarin
berhura - hura 
jauh kaki bergayuh 
sentuh angin kesana 
temui harap 
sementara tegar terbelenggu 
mungkinkah yang "semoga-semoga" ini 
menjadi suatu kesungguhan?

tulisan di pembuka hari ini. 
ketika asa dan nyata menjadi suatu polemik dalam rasa. Bukan berati saya lemah "ko pagi-pagi udah menye-menye si?". Bukan. 
Rasa punya definisi yang luas dari sekedar asumsi banyak orang pada awalnya.
saya g' berharap ini menjadi suatu kenyataan pada akhirnya, tapi saya juga tidak menolak klo ini akan menjadi nyata nanti. wait and see.

Selasa, 20 Maret 2012

Cerita Lama #part2

Dan ini salah satu tulisan lain yang saya buat di buku diary waktu itu :p

waktu pertama sy kenal dy,byasa aja.

dan emang gytu wajarnya. 
soalnya sy gak pcaya sama 'cinta pada pandangan pertama'. 
karena cinta itu gak hanya berdasar kekaguman semata tapi berdasar ketulusan jiwa..


sy taw gda kegantengan yang sempurna
gda kecantikan yang sempurna
gda yang mampu jadi sempurna sebagaimana Yang Sempurna..
tapi yang sy taw hati saya ini dah nemuin kesempurnaan yang manis di dalam ketidaksempurnaan,,
kenyataan bahwa sy dah nemuin hati seorang lelaki.
dan waktu itu dya-lah orangnya. sekali lagi sy kasih taw,sy jatuh cinta sama dy pada saat sy kenal dy,bukan pada saat sy pertama lyat dy.bkn 'cinta pada pandangan pertama'..


sy gtw.bener2 gtw.
disihir Allah Taala-kah sy?
atau dimantra para dewa?ataukah kepasrahan seorang yang bernama wanita?


sy gtw apa mantra yang dah dy kasih sampe2 bisa ngeruntuhin gengsi dan ego sy terhadap lelaki..
akhirnya hari2 sy lalui bareng2 dy,setiap harinya ada kasih dan rindu.
ada gusar dan suara gak sabar.
ada amarah dan elusan bujukan.
setiap harinya sy selalu tambah ngerasa yakin kalo dy orang yang tepat buat sy..
tapi sayang,,kenyataan gak selalu sesuai ma ap yang kita harepin.cinta manis sy itu cuma bentar.
bener2 kaya permen. manis di awal dan manisnya cuma bentar,lalu hambar sampe akhirnya bener2 ilang.
dan sisanya tinggal kebayang rasanya aja. semuanya harus berakhir.
mungkin dy emang orang yang sy maw,tapi blm tentu dy orang yang sy butuhin.
sy taw hidup emang kenyataan. ga maw sy larut dalam masa lalu,karena masa lalu itu mimpi yang rawan. sy harus tetep maju,walopun sy taw itu susah..
ga akan sy berusaha buat lupain dy,karena sy taw itu gak akan mungkin.
dan gak akan sy pernah berusaha lupain ma semua yang udah sy alamin..
yang bakal sy lakuin cuma berusaha mavn dy,berusaha mavn diri sy sendiri,berusaha pahamin semuanya..
tanpa pernah berusaha buat lupain semuanya..


*forgiven not forgotten//


Can u imagine that how freakin' out of me at that time? 
LOL

Cerita Lama

Ketika saya merasa lelah dengan semua yang saya alami, menulis adalah ekpresi jiwa untuk sedikitnya bisa mengurangi beban pikiran. Di saat kita berbagi cerita dengan orang lain tapi justru kadang menyakitkan karena mereka sebenarnya tidak pernah bisa benar - benar mengerti apa yang kita rasakan, hanya formalitas untuk menunjukan simpati. Lebih baik diam dan menulis. Langkah cerdas untuk pengembangan otak dan pengendalian emosi. Galau bermartabat istilahnya.


Ketika emosi sedang tidak stabil, ingat masa lalu adalah hal yang wajar. Dan itu pun yang saya lakukan saat ini. Membuka lemari buku dan menemukan diary tua sewaktu sd dan smp dan beberapa lembar kertas coretan waktu sma. Saya buka dan baca. Halaman demi halaman. Waw saya rajin juga menulis saat itu, dari tanggal penulisan yang saya lihat, hampir tiap hari saya menulis apa yang saya alami sehari - hari dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Lucu!
Ternyata yang saya tulis, tidak hanya cerita sehari - hari tapi disitu juga ada beberapa puisi, ini salah satu puisinya:


Dalam perjalanan pendakianku 
aku tanam selalu cucuran keringat gita sukmaku  
dan dari sana akan kucari makna sanubari yang lelah ini 
dalam rengkuhan pucuk kasih cemara 
asaku masih tertambat disitu 
walau akhirnya kutinggalkan lewat sauhku 
'tuk menggapai manifestasi dirimu yang semakin jauh 
dalam akhir perjalanan pendakianku 
hatiku jatuh di hadapanmu


salah satu tulisan favorit saya :)

Sabtu, 07 Januari 2012

walk on '12

Preambule.
Angka yang seharusnya telah menunjukan suatu kedewasaan atau pencapaian. Tapi yang terjadi ternyata kontradiksi, angka sebelumnya malah masih menunujukan suatu learning process, lebih tepatnya basic learning process, sehingga pada angka ini belum menghasilkan suatu pencapaian apapun. Wah, lama sekali learning processnya yaa. Hmm, tapi sepertinya bukan learning processnya yang lama, justru saya merasakan suatu proses signifikan selama enam bulan terakhir ini. Yang salah adalah saya terlalu lama berdiam diri dalam zona nyaman saya, selama bertahun – tahun! Memang benar ketika kita dalam kondisi baik – baik saja kita justru lupa melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.
Karena saya ingin sekali pergi exchange, saya mengikuti banyak seleksi. Dimulai dari seleksi untuk delegasi konferensi, pertukaran pelajar, kursus bahasa, sampai menjadi anggota NGO. Dari lima seleksi yang saya ikuti, empat gagal dan yang berhasil yaitu menjadi anggota NGO dan akan mengerjakan project di luar negeri. Terlalu fokus dengan semua seleksi ini menjadikan kuliah saya terbengkalai (manajemen waktu saya masih perlu diasah), dan ujian – ujian saya pun berantakan. Saya terancam mendapatkan nilai D, yang berarti kesempatan saya untuk lanjut S2 di universitas yang diinginkan semakin sulit. Kegagalan demi kegagalan saya dapatkan, dan banyak sekali pengorbanan yang telah saya pertaruhkan. Saya menyakinkan diri jika saya bukan gagal tapi belum berhasil.
Ketika semuanya akan menjadi sangat indah pada saat yang belum diketahui. Saya yakini itu.

Pencapaian.
*karena saya belum berhasil -yang saya yakini sebagai my learning process- maka yang akan saya tulis dalam pencapaian ini adalah sebagai sebuah script.
Saya telah merasakan bagaimana under pressure ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, ketika banyak yang telah dikorbankan tapi hasil tidak sesuai dengan keinginan, ketika sisi egoisme menjerit “ Kenapa saya gagal dan dia berhasil? ”
Tapi ternyata Tuhan telah mempersiapkan yang lebih indah. Saya diberikan Tuhan jalan untuk mendapatkan pengalaman hidup dan pengalaman mental yang lebih banyak, dengan memberikan saya kegagalan di awalnya.
Pada tahun yang banyak resolusi ini, ternyata pencapaian justru melebihi resolusi! Saya mendapatkan kelulusan saya di tahun ini. Selanjutnya saya exchange dua kali dalam setahun. Pertama saya mendapatkan kesempatan summer school di korea, dan kedua saya pergi ke Polandia untuk mengerjakan project pendidikan saya disana. Beruntungnya Polandia itu adalah Eropa, saya tidak menyia – nyiakan kesempatan untuk mengunjungi negara – negara lain di Eropa. Dengan visa schaingen saya mengunjungi Prancis, Italia, Praha, Rumania, Rusia, Ukraina, Jerman, dll. Saya berangkat akhir tahun dan kembali awal tahun, sekitar 2 bulan saya disana. Dan selanjutnya kabar gembira yang tak kalah menggembirakan adalah, saya mendapatkan beasiswa S2 Erasmus Mundus di Jerman!
*suatu script yang sangat indah

Flashback.
Saya sama dengan kebanyakan gadis umumnya pada usia ini. Merasakan bahagia karena persahabatan, yang menunjukan saya cukup baik dan menyenangkan karena orang lain betah bergaul dengan saya. Merasakan saat – saat saling menjaga gengsi untuk meminta maaf duluan dengan teman, karena masalah yang seharusnya bukan menjadi masalah. Itu menunjukan sangat tidak dewasanya saya. Merasakan saat – saat sibuk menjadi pengurus dalam organisasi dan aktif dalam kepanitian, yang menunjukan kalau saya cukup berpengaruh (padahal hanya kepanitian dan kepengurusan dalam ruang lingkup kecil dan sedikit peminat, tapi telah menunjukan kesombongan!). Merasakan saat – saat kejenuhan terdahsyat, hidup terasa sangat flat dan ingin melakukan sauatu perubahan tetapi keterbatasan kemampuan. Dan tentu saja, merasakan saat – saat jatuh cinta! Indah dimabuk asmara, terasa semua akan baik – baik saja dan bahagia. Dan ternyata saya salah, semuanya berakhir. Terasa indah dimabuk asmara telah berubah menjadi kelam diracun cinta. Bersyukur karena semuanya telah berakhir dan bersyukur karena telah dengan berani menerobos zona nyaman untuk memperbesar zona nyaman (bukan keluar dari zona nyaman, tapi memperbesar zona nyaman). Saya telah keluar dari semua yang telah mengikat. Dengan (berusaha) tegar. Kedewasaan pun sedang saya dapatkan.
“What is your passion?”  itu pertanyaan pertama yang membuat saya bingung karena saya tidak tahu passion saya apa.
Dan pertanyaan saya pada saat itu adalah, apa bedanya passion, hobi, dan ambisi? Apakah mereka sama? Apakah passion harus selalu menjadi karir? Atau hanya bisa sebagai alat untuk pencapaian karir?
Well, ketika saya bertanya kepada teman yang mengajukan pertanyaan itu pada saya, dia menjawab “Passion itu sesuatu yang kamu senangi untuk dikerjakan, biasanya karir sesuai dengan passion”. Saya kurang puas dengan jawaban itu karena ketika saya tanya balik, ternyata passion dia tidak sesuai dengan karir yang ingin dia capai, dan hanya sebagai alat. Saya mencari jawaban lain dengan bertanya kepada teman sebaya tetapi tingkat kedewasaan dan wawasan yang sangat jauh berbeda, dan dia menjawab “Saya tidak tahu batasan pasti antara passion, hobi, dan ambisi. Tapi  passion itu seperti, I can’t live without, sesuatu yang senangi dan kamu kerjakan tanpa beban”, jawaban yang sangat rendah hati. Karena tidak mau terlihat susah mengerti (penghalusan dari kata bodoh-karena tidak ada manusia yang bodoh) di hadapan teman – teman saya, saya cukupkan pertanyaan saya dan menyimpulkan bahwa passion saya adalah mengajar, menulis, menjahit, membuat handycraft, dan pergi exchange (mungkin ini lebih terlihat seperti ambisi).
Ketika itu perkuliahan pada hari itu telah selesai, saya keluar kelas dan berdiri di sebelah senior yang duduk di tangga di ruangan utama lantai 1. Saya berbincang – bincang seputar perkuliahan, pengalaman, dan masa depan. Dan pada saat itu, pertanyaan dia yang membuat saya berpikir selama berhari – hari dan menjadi penyesalan saya sampai sekarang adalah, “Kemana saja kamu selama ini?”. Sederhana tapi sarat makna.

Senin, 10 Oktober 2011

No! it's our problems exactly


“It is a big step to take another human life, it is not be done lightly.”

-Winston Churchill-


Discussing ‘bout global problems pastinya ga akan ada habisnya, terlalu banyak permasalahan yang ada.
Salah satunya Slavery. Di pikiran kita waktu denger kata slavery ga akan jauh sama slavery era kompeni, dan memang slavery yang ada di mainset sebagian besar orang adalah slavery karena sejenis penjajahan. Tapi ternyata banyak loh jenis Slavery yang lainnya, yang kita sebut bukan Slavery tapi perlakuannya sama.
So what slavery exactly? And what types of slavery that exist today?
Let’s talk ‘bout that,

Slavery is a system that requires a person to work with the force and not treated properly. The treatment is not feasible to physically or psychologically. In the modern era like now, there is modern slavery too. Although this exploitation is often not called slavery, but the condition are the same.
Nowadays, examples of modern slavery such as bonded labor, early and forced marriage, forced labor, human trafficking, child labor, etc.

Bounded labor for example, when a person is required to work for a long time, 7 days a week until 365 in a year or more, just to pay the loan. They have been duped into taking a loan for a reason and when they can not pay, they are forced to work. They are paid only with food. This happens continuously until finally down to the next generation.

Early and forced marriage. Mostly occur in children under age. This is one of kind of slavery, first because their marriage is a compulsion (mostly in girls). Though the girl does not want to get married, but because of pressure from her family so they are forced to become the "breadwinner" to take advantage of her husband's wealth. And second, girls are actually still have the right to enjoy their life as a child without burdened with duties as a wife or a mother. And from the health and psychological aspects, they are clearly not ready. Their mentally and physically are still children, who are in the developmental stages. It's very clear violation of human rights.

Forced labour  is when people are forced to work with very small fee or even not paid at all. A worker at the factory with a wages below the minimum wages can be classified as a slavery also. Because the workers in the factory work for long hours with very short rest periods but get very small fee. Most frequently found in industries, such as; agriculuture and fishing, domestic work, construction, mining, quarrying and brick kilns, manufacturing, processing and packaging, Prostitution and sexual exploitation, market trading and illegal activities. 
We can see slavery in domestic work in many place in Indonesia. Not only in domestic but more occur in overseas. Slavery was common in our migrant workers in Malaysia and Saudi Arabia. Even today Saudi Arabia became the world's most dangerous and not very friendly with Indonesia, is due to the high level of violence to our migrant workers there, not even slightly leads to death.

Human trafficking many occurs in the world today. Human trafficking is done by variety of purposes. Human trafficking is the illegal trade of Human beings for the purposes of reproductive slavery, commercial sexual exploitation, forced labor. People are trafficked and forced to pay employed with very low or even not paid at all. And Indonesia is the main source of human trafficking. Not only that, Indonesia is also a transit and destination of human trafficking. This is very tragic, considering that Indonesia is a moral nation and is contrary to our basic state Pancasila second paragraph of "Kemanusiaan yang adil dan beradab". 
Human trafficking has been very clearly inhumane, they are violating rights and very uncivilized because they are traded are not treated like human beings. 
Many reasons why this could happened. Number of people who do not have a birth certificate to be important causes of human trafficking. In Indonesia about 60%, 6 year olds do not have birth certificates. It's easier for the human trafficking mafia to do their action.

Actually, it is very good if a small child given a job so they have responsibility, this is training for practice their soft skills. But it is different if the children do extremely work, putting their health, education, personal and social development, and even their lives at risk. This is slavery, because this is exploitation. They will face full time work at very early age, get limited or no pay, inability to escape from the povert cycle – no access to education.

And the biggest question is what should government do to address this issue?
And is there anything we can do?
The government should be more assertive to address this problem. The government must address this issue seriously. It is a violation of human rights.
For the case of Indonesian migrant workers who worked in Saudi Arabia, Malaysia, etc., the government must prepare the migrant workers that will be sent more better. The government should be more monitoring of migrant workers who previously have no training. The illegal workers are mostly what a lot of mistreatment in the country where they work. Many cases of abuse occur because of lack of preparedness of the migrant workers in their work that resulted in disappointment employer. Language is one of the triggers of violence and abuse against Indonesian migrant workers. Communication is lacking because the language is not understandable, causes employer emotions peaked and there was torture. Therefore, training should be an absolute requirement of the migrant workers before they are shipped. Training language and job preparation training absolute necessary for the workers so that they become qualified workers. 
But if  this torture is continues or does not reduce or even increased, sending migrant workers should be stop. Although the migrant workers as a hero for foreign exchange, but government can not be selfish to keep letting this happen again and again.

The Government should increased efforts, to protect victims of trafficking. The government supports shelters for Trafficking Victims .
Prevention; the government should increase to raise awareness, make a public service announcement for the example
And what can we do?
We must support every program the government in tackling this problem. We can pull through regular donations to the foundation's anti-slavery. And the money they
used to free the slaves, education, training, treatment of slaves, etc..
We can also
do anti-slavery campaign. Pressing the company that provides wages below the minimum wage to the workers, in order to provide better wages.