Selasa, 20 Maret 2012

Cerita Lama

Ketika saya merasa lelah dengan semua yang saya alami, menulis adalah ekpresi jiwa untuk sedikitnya bisa mengurangi beban pikiran. Di saat kita berbagi cerita dengan orang lain tapi justru kadang menyakitkan karena mereka sebenarnya tidak pernah bisa benar - benar mengerti apa yang kita rasakan, hanya formalitas untuk menunjukan simpati. Lebih baik diam dan menulis. Langkah cerdas untuk pengembangan otak dan pengendalian emosi. Galau bermartabat istilahnya.


Ketika emosi sedang tidak stabil, ingat masa lalu adalah hal yang wajar. Dan itu pun yang saya lakukan saat ini. Membuka lemari buku dan menemukan diary tua sewaktu sd dan smp dan beberapa lembar kertas coretan waktu sma. Saya buka dan baca. Halaman demi halaman. Waw saya rajin juga menulis saat itu, dari tanggal penulisan yang saya lihat, hampir tiap hari saya menulis apa yang saya alami sehari - hari dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Lucu!
Ternyata yang saya tulis, tidak hanya cerita sehari - hari tapi disitu juga ada beberapa puisi, ini salah satu puisinya:


Dalam perjalanan pendakianku 
aku tanam selalu cucuran keringat gita sukmaku  
dan dari sana akan kucari makna sanubari yang lelah ini 
dalam rengkuhan pucuk kasih cemara 
asaku masih tertambat disitu 
walau akhirnya kutinggalkan lewat sauhku 
'tuk menggapai manifestasi dirimu yang semakin jauh 
dalam akhir perjalanan pendakianku 
hatiku jatuh di hadapanmu


salah satu tulisan favorit saya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar